Rabu, 26 Agustus 2015

Selasa, 25 Agustus 2015

HARUSKAH

Lalu haruskah aku percaya
padamu..
Yang tlah menghadirkan tangis
dalam tiap detik kerinduan..

Haruskah aku kembali percaya..
Ketika netra ini telah kau butakan
dengan cintamu..
dan tlah kau sayat pula degup
jantung ini dengan belati dusta..
Ku sadar..
tak pantas diri ini tuk mengalunkan
langkah bersamamu..
Ku tau..
Hadirku hanya kau sematkan
sebagai penghias kesepian..

Lantas..
Haruskah kini aku masih
mempercayakan..
Sekeping hati ini untuk tetap kau
miliki..
sedang kau jauh disana..
Adamu tengah bercanda dengan
dunia yang kau punya..

Senin, 24 Agustus 2015

LELAKI DITITIK SEPI


Jejak langkah hatimu telah menghilang.. semenjak bermusim musim yang lalu dari hadapan hatiku.._ Wanitaku_ kini aku hanya bisa terdiam kaku di titik sepi rasaku kepadamu.. Jejak rasamu telah lenyap disapu angin duka.. hingga aku tak sanggup lagi berdiri menantang cinta ini.. segalanya akan ku tempuh sendiri biarpun harus ku tembus padang dengan berjuta tajam onak berduri rinduku padamu kini biarlah ku hadapi luka ini sendiri dan sendirian.. di titik pelataran sepi hatiku Langkah hatiku semakin hilang jejak.. tersesat sendirian di rimba belantara cinta tanpa arah... seribu mata pisau belati kesunyian telah menikam perih hingga menembusi kedalam jantungku.. Hati masih merindu sedih tentangmu.. walaupun deras hujan panah berapi menghujam membakar pelataran bumi rasaku... Kini paras rupa wajahmu tinggal samar bayangan dalam pedihnya ingatan di ujung sisa sisa pikiranku.. Bila kau putuskan tuk meninggalkanku selamanya.. maka suatu saat nanti jangan pernah kau menyesali lagi.. __Wanitaku_ karna aku takkan pernah ada lagi untukmu..

Sabtu, 22 Agustus 2015

ADA DAN TIADA


Aku dihadapan mu. . .! Kau seperti buta.! Aku bicara. . .!!! Kau seperti tuli...!!! Bahkan,aku dihidup mu...! Bati mu seperti mati! Aku ada "untukmu" Tapi,tiada "bagimu"

Jumat, 21 Agustus 2015

TERPENDAM PADA KEKASIH HATI

Haruskah aku nyanyikan cintaku
Agar kau dengar suara hatiku
Haruskah aku lukis rasa sayangku
Agar dapat kau lihat ketulusanku
haruskah kutulis semua kerinduanku

Agar kau sedikit saja mngerti
Betapa aku menanti cintamu
selembar doa ku layangkan padamu
mengharap kau tetap disampingku
menemani lingkar hidupku Meski aku
tahu Aku terasa tak mampu
memilikimu

Hanya lewat guratan
kata Kuhaturkan segenap rasa Yang
kupendam dalam puncak asmara
Takan hilang dalam hitungan masa

Jika tuhan mngijinkan Ijinkan aku
menyangimu dalam derai tawa
Dalam tangis air mata ataupun
Dalam cinta yang terpendam rahasia

SAMPAH SAMPAH KATA


Aku menulis banyak sampah-sampah kata. Yang berserakan,diatas buku kecil ku. Sampah-sampah kata yang tidak beraturan. Tidak tersusun sebagai mana mestinya. Sampah-sampah kata. . . Terdengar bising ditelinga.! Terasan kecut terucap dilisan.! Dan terlihat buram oleh mata. . . Sampah-sampah kata. . .!!! Puisi-puisi ku yang tidak bermakna. . .!!!