Selasa, 31 Maret 2015

Setiaku

Kesetiaan kasih sayang semuanya telah kuberikan kepadamu.
Dengan segenap penuhnya hati ini.
Dan tak mungkin kuberikan kepada yang lain.

Sayang...
Disini nadiku tersayat belati rindu.
Sekarat karena sakau akan cintamu.
Seakan pisau tajam tertancap abadi dalam relung hati.

Sayang...
Ku ingin engkau cepat kembali.
Disini aku selalu menunggumu.
Menemaniku seperti sedia kala yang berlalu.

Inginku...
Kau selalu disini memberikan segala rasa.
Betapa indahnya alunan cinta bersamamu dikemudian juga selamanya.

Inginku kau bidadariku...
Selalu menjagaku disetiap lelap tidurku.
Hingga ku mimpi indah bersamamu.
Sesampai pagi menjemput hangatnya senyumanmu.

Senin, 30 Maret 2015

Kuberi Sebentuk Do'a

Mentari pagi memandangku dar jeruji jendela.
Kilau cahaya menusuk mata.
Dan aku berfikir nelangsa.
Sudah benarkah ayunan pedangku?

Pandangan penuh luka.
Raut wajah penyesalan.
Gurat garis kekecewaan.
Menyentuh sepasang mata.

Itulah Teman...
Sekejam apapun hati.
Sebenci apapun perasaan.
Sekedar kalimat yang menyakiti.
Telah membentuk goresan luka.

Maka Teman...
Aku beri sebentuk doa.
Aku beri sebongkah harapan.
Aku beri kebebasan.
Semoga kalian semua bisa melangkah dengan pasti tanpa keraguan.

Sabtu, 28 Maret 2015

Dear Deary

Saatnya melakukan aktifitas.
Menjalani kehidupan ini dengan segala niat yang baik.
Doa yang tulus senantiasa tak pernah henti kepada Sang Maha Kuasa.

Temani hariku ya sahabat.
Semoga ini awal yang indah,
Agar untuk bisa berbuat lebih baik lagi.
Seperti inilah hidupku sehari hari.
Apa adanya tidak ada yang lebih.

Semua berjalan dengan sederhana.
Namun begitu aku bersyukur, karena Allah senantiasa ada disampingku.
Dan aku lebih bersyukur lagi karena aku punya kalian semua.

Tersenyumlah untukku sahabat.
Dan mari lalui hari ini dengan persahabatan yang tulus.

Jumat, 27 Maret 2015

Kepak Waktu

   Telah terangkai benang benang waktu yang kita rajut bersama.
Seiring derap sang surya dan matahari yang bersembunyi.
Menghantarkan sang rembulan untuk kita nikmati bersama.

  Cinta adalah satu rumus yang paling sulit ku mengerti.
Structure-nya terlampau komplex untuk bisa kujabarkan.
Bahkan lebih sulit dari pada saat aku mencerna dalil dalil pitagoras atau rumus rumus sang avogadro.

  Pernah ada tanya mengapa cinta itu makin berakar.
Dan kamu bilang ada chemistry diantara kita.
Benarkah? apakah chemistry itu akan bisa bertahan selamanya.
Sedangkan kenyataan hidup dan tanya dunia harus kita jawab?

  Aku hanyalah satu hati yang menanti kepak sang waktu.
Mengurai sampai kapan kita bisa merumuskan arti sebuah kebersamaan.
Tanpa batas waktu yang memaksa jawabanmu bukanlah akhir dari cintaku.
Semuanya akan tetap tertanam bisu dalam sanubari yang mungkin akan beku.

  Malam ajarkan aku arti menunggu.
Karena sejujurnya sang subuh akan tetap mengggeliat dan siang insya Allah akan kembali hadir.
Mentari waktumu untuk menghapus kerinduan yang semakin menjadi bukit.

Kamis, 26 Maret 2015

Melodi Cinta Putra

Memang nasib baik tak pernah berkubang abadi dalam hidupku.
Biar semua air mata jadi laut untuk melabuhkan deritaku.
Di semenanjung tak bernama, Disana akan ku tunggu usai kabut kepalsuan.
Walau tak pasti kapan engkau dapat bertahan dalam kemunafikan.
Disana kan ku tunggu bahagia dengan sisa naluri cinta.

@Lukisan_Malam

Rabu, 25 Maret 2015

Malamku Merindukanmu

Malam selalu merayap berganti siang.
Sang surya mengendap menuju cakrawala senja.
Dari balik langit, bulan hadir membawa cahayanya.
Bintang bertabur dengan kilatan mempesona.

Indah malam ini.
Tapi tak seindah hati ini.
Saat rindu harus terpatri dalam hati.
Kapankah kita bisa menikmati malam indah bersama.
Dalam alunan sendu dan cinta.

Kasih, dimalam ini aku merindukanmu.
Berharap ada bayangmu yang menghiasi kesepianku.
Aku hanya berteman dengan malam yang indah, namun hanya diam.

Malam ceritakan padanya tentang hikayat kerinduan.
Aku merindukannya, seperti aku merindukan malam ketika datangnya siang.
Seperti aku merindukan bintang saat datangnya bintang dan rembulan.

@Lukisan_Malam

Selasa, 24 Maret 2015

Embun Dan siburung Pipit

Ini pagi tak lagi sama.
Walaupun bola panas yang sama selalu berpijar setiap hari.
Namun kehangatan kini telah berbeda.

Dulu tatkala bulir embun masih menggelayut manja diujung ranting hijau.
Terdengar kicau burung pipit riuh riang berebut tetesannya yang berkilau diterpa cahaya mentari pagi.

Kini semua telah berbeda.
Debu debu kehidupan kini telah mengeruhkan bening embun.
Hanya menyisakan kerak diujung daun ketika diterpa mentari.

Dengarlah jeritan tak bersuara dari sang pipit yang merindukan embunnya seperti dulu.

Senin, 23 Maret 2015

Hidup Tak Harus Memilih Yang Baik

Hidup ini banyak pilihan.
Namun engkau tak harus memilih mana yang baik.
Namun pilihlah yang membuatmu bahagia.

Untuk mengetahui apakah insan yang engkau sayangi itu adalah yang baik atau tidak.
Maka lihatlah apakah ketika bersamanya merasa semakin baik atau tidak.

Selamat Pagi Kamu

Betapa indahnya suasana pagi hari saat kita bangun dan membuka mata untuk melihat mentari bersinar ada ucapan romantis dari kekasih atau orang yang kita sayangi.
Sambil menikmati kopi dan di iringi suara merdu burung berkicau.
Alangkah nikmatnya pagi hari kita.
Semoga harimu lebih semangat dan tidak membosankan.

Selasa, 10 Maret 2015

Buih Ombak

Aku hanya debur ombak lautan ketika Menepi.
Tertinggal buih diantara bebatuan.
Itulah rasa yang kutinggalkan.

Hanya sedikit waktu untuk bersandar.
Sedikit pula keindahan berputar.
Buih buih itu lalu tiada.
Tanpa tersisa warna warni mereka pergi.
@Lukisan_Malam

Datang Bersama Embun

Dalam doaku pagi ini. Engkau datang bersama embun. Selalu menggelayut di pucuk daun. Indah dan menyejukkan hati. @Lukisan_Malam

Senin, 02 Maret 2015

Relung Impian

Dibawah langit teduhkan jejak ku masih tak bertepi.
Beranda dipunggung tanah nan basah tunas diladang tanah nan subur.
Selalu ku menantikan kasih.
Akan menyemai butir kasih sayang dan cinta.

Hingga tumbuh kekar jadi penguat hidup.
Hadirlah terangi sisi kelamku nan hambar dalam lumur kehampaan.
Dengarkanlah bisikan lirih hatiku.
Menggema mengalunkan syahdu kan memintalkan putih abadi.
Dalam jalinan kesakralan cinta.
Hadirmu ku tunggu dengan kesabaran
Dalam impian terindahku, kuharap kelak ada kebersamaan.

@Lukisan_Malam

Tembok Berduri

Aku berdiri bersandar ditembok berduri.
Mencoba memahami setiap isi bait dan puisi.
Tapi tak bisa ku mengerti, hanya bisa melihat dan membacanya.
Aku memang jalang dan tak berharga diri, selalu mengusik tiada henti.

Meraih mimpi dengan sayatan api.
Mencoreng lidah dilembah ini.
Dan aku terlihat menjadi inti diri.
Menjadi rapi di hari yang sunyi.
Dan aku menjadi sepi di sepi di hari.
Karena apiku padam tertiup sunyinya malam.

@Lukisan_Malam