Segelintir resah, uraikan kata tak ku
berdaya.
Menepis kesah , dalam keluh ku
berkelut malam .
Rintik hujan , menyemaikan taman
hati. Namun gugur tertepa bisik
angin .. Mahkota seputik demi helai
menyelubungi jiwa . Harumkan
serasa mati, ku hirup rindu sahaja.
Rumpun basah bersaksi, nada jejak
kaki ini .
Mengejar lentera cahaya menyisa
sebekas cinta . .. Anggun
menghilang. Di tengah nya malam .
Bersama suara ke hilang mu . Dari
terdalam yang tak merela pergi mu .
Segenap jiwa hati kecil ini .
Istana megah , indah terbangun yang
silam bersama mu . Runtuh menjadi
kenagan yang mengekal kan .
Lalu kemana kan ku bawa serpihan
ini. Pada akhirnya aku ter lelah
menangisi kepergian mu . Dan
tertidur dalam pangkuan bulan .
Bintang sesaat pun datang .
Memeberikan pelukan. Pada jiwa2
ini gelap yang redup pergi separuh
bersama mu. Begitu indah nya . Aku
yang berharap lalu mati dalam
davinsi . Tentang sejarah cinta .
Terkira abadi lalu tersangka
menyakiti.
Namun rasa cinta terus ada . Yang
tersembunyi dalam senyum dusta.
Senyum yang menghibur hati.
Namun jiwa hampa terkulai,
sepotong cerita. Hingga Tinta ini
pudar, hingga kelopak mata indah
mata ini tak lagi mampu melihat
mu. Di garis kematian, dalam
kehidupan setelah kematian. Aku
menanti memeluk mu