Senin, 03 Agustus 2015

RINDU KEHADIRANMU


Rindu Kamu, Ketika bayangmu tak menjauh.. Semakin anggan ingin menemukanmu.. Malam membutakan matahari menyilaukan.. Tak membuatku berhenti mencarimu.. Hari-hariku masih di selimuti rindu.. Langkahku masih di sertai sisa candamu.. Luka hatiku tak pernah sembuh.. Aku terus merindukanmu. ********************* ********** Melukis Cinta Dapatkah aku melukis cinta untukmu.. Mengguratkan sejuta warna.. yang bisa membuatmu indah.. Dapatkah aku melukis cinta untukmu.. Seperti notasi mimpi kupu- kupu.. bersayap biru.. Terbang bersama menuju negeri pelangi.. Dapatkah aku melukis cinta untukmu.. Mengisyaratkan lelahku di jalan resah. ********************* ********** Selembar Puisi Untuk Kekasih Terpaku dalam kegundahan hati.. Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari.. Tiada lagi tempat hari yang terasa ada.. Hanya lelah.. Lelah yang ku rasa.. Andaikan waktu itu tak terjadi.. Mungkin hatiku takan remuk seperti ini.. Langkahku terhenti dalam kelamnya malam.. Mataku terhalang jurang yang dalam.. Pendengaranku sayup-sayup tak menentu.. Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan.. Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi.. Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini.. Semangatku lemah hatiku susah.. Teringat malam itu yang menyakitkan.. Inikah kehidupan? Kurasa semua bukan seperti ini.. Mungkin masih ada titik terang.. Yang akan menyinari kegelapan hati.. Memberi pujian untuk diri sendiri.. Meredamkan semua yang ada saat ini.. Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini. ********************* ********** Aku Mohon Dengan Sangat Kepadamu Kembalilah wahai sayangku.. Kembali padaku.. Cintailah aku setulus hatimu.. Karena aku tak bisa hidup tanpamu.. Dan bila suatu saat nanti.. Aku pergi.. Bukan karena aku menyerah.. Namun ku pergi karena waktu.. Dan ruang yang memisahkan kita.. Apabila itu terjadi.. Maafkanlah bila aku.. Tiada lagi disisimu.. Karena kita terpisah ruang dan waktu.. Bila saja waktu memihakku.. Sejak dari awal sejak terakhir ku bertemu denganmu.. Harusnya ku bilang sayang.. Ku bilang cinta.. Karena semua itu milikmu.. Kemudian.. Tetaplah jalani mimpimu.. Meski saat itu nanti tak bersamaku.. Karena bagiku.. Bahagiamu damaikan hatiku

DIANTARA RINTIK MALAM


Gundah yang membuncah di tepi hati, hanyut dalam ambigu, termenung menatap mendung yang bergelayut di kaki langit, sembari menyambut rintik hujan yang jatuh satu-satu. Rintik yang menitik mencipta syahdu di genang kalbu, ingin rasanya ku hamburkan ribuan aksara, untuk mencurahkan segala rasa. Perjalanan pena dan jemari yang tiada henti. diantara racauan aksara yang tak lagi ada makna. terukir kata dalam sisa asa. terlukis satu puisi, dengan kata kata usang, sekedar memanja pena. Malam merambat bintang meringis berpendar pasi rembulan duduk menangis di sisi sepi sedang langit menggelung kelabu.

DIANTARA RINTIK MALAM


Gundah yang membuncah di tepi hati, hanyut dalam ambigu, termenung menatap mendung yang bergelayut di kaki langit, sembari menyambut rintik hujan yang jatuh satu-satu. Rintik yang menitik mencipta syahdu di genang kalbu, ingin rasanya ku hamburkan ribuan aksara, untuk mencurahkan segala rasa. Perjalanan pena dan jemari yang tiada henti. diantara racauan aksara yang tak lagi ada makna. terukir kata dalam sisa asa. terlukis satu puisi, dengan kata kata usang, sekedar memanja pena. Malam merambat bintang meringis berpendar pasi rembulan duduk menangis di sisi sepi sedang langit menggelung kelabu.