Minggu, 28 Juni 2015

Kisah Cinta Nabi Yusuf ( Tampan Rupawan ) Dan Zulaika ( Cantik Jelita )


Dalam Al-Quran ada deretan kisah mengenai Nabi Yusuf a.s sejak dia kecil bersama saudara-saudaranya hingga menjadi seorang raja. Namun ada kisah menarik di balik kisah panjangnya dari wahyu-Nya. Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang- orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. Yusuf :23) Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing- masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka." Maka tatkala wanita- wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia." (QS, Yusuf ; 31) Seperti pada ayat di atas, Yusuf a.s memiliki paras yang tampan rupawan. Hingga Zulaikha, istri dari al aziz (sebutan raja Mesir kala itu), menggodanya. Namun tau juga kan apa yang dikatakan Zulaika kepada suaminya dan wanita-wanita Mesir?. Dan keduanya berlomba- lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?" (QS, Yusuf ; 25) Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang- orang yang dusta. (QS. Yusuf : 26) Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar." (QS. Yusuf : 27) Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar." (QS. Yusuf : 28) (Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." (QS. Yusuf : 29) Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata." (QS. Yusuf : 30) Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing- masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka." Maka tatkala wanita- wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia." (QS. Yusuf : 31) Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang- orang yang hina." (QS. Yusuf : 32) Intinya Zulaika berbihing kepada suami dan wanita- wanita Mesir dengan menyalahkan Yusuf. Pada akhirnya Yusuf lebih memilih untuk berada di jeruji besi. Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS. Yusuf : 33) SKIP Akhirnya kebenaran terungkap dan Yusuf dibebaskan dari penjara karena mampu menabirkan mimpi dan al Aziz (Raja Mesir kala itu) menyelidikinya dengan menanyakan pada wanita- wanita sebelumnya. Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku." Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita- wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka." (QS. Yusuf : 50) Raja berkata (kepada wanita- wanita itu): "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya." Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." (QS. Yusuf : 51) Setelah terbukti kebenarannya, Al Aziz berbincang-bincang kepada Yusuf. Raja Mesir tadi berkata bahwa Yusuf berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi Mereka. Yusuf pun meminta untuk menjadi bendaharawan Negera Mesir. Tak berapa lama pun, Yusuf menggantikan Suami Zulaika menjadi raja Mesir. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf : 101) SKIP Setelah Suami Zulaika meninggal, Zulaika pergi dari istana ke reruntuhan bangunan dan hidup seorang diri kesepian. Dia terus menerus menangis menyebut nama Yusuf. Selama setahun, Zulaikha memberikan perhiasan emas dan peraknya kepada orang-orang yang lewat, yang membawa kabar tentang pujaannya itu. Akhirnya Dia tidak mempunyai simpanan harta lagi yang tersisa. Tahun demi tahun, Zulaika semakin tua. Rambutnya yang hitam berubah menjadi putih, kulitnya yang halus berubah menjadi keriput, tubuhnya yang langsing menjadi bungkuk karena menanggung derita cinta, dan matanya yang hitam bersinar kini menjadi buta, lantaran banyak menangisi pujaannya, sekalipun baru berumur empat puluh tahun, Dia seperti wanita yang berusia delapan puluh tahun. Suatu ketika, Zulaikha mengetahui rute perjalanan Yusuf setiap hari. Dia lalu membangun sebuah gubuk dari buluh bambu disisi jalan yang biasa dilewati oleh Yusuf. Di sekeliling gubuk tersebut, dibuat pula pagar buluh bambu. Setiap kali dia melantunkan ratapan cinta penuh kesedihan, semua buluh bambu itu mengeluarkan suara ikut bersimpati kepadanya. Dia tinggal ditempat itu dengan suatu harapan, agar Yusuf melihatnya. Ketika tiba saatnya sang wazir agung Yusuf AS melewati jalan itu. Zulaikha segera keluar dari gubuknya dan duduk di tepi jalan, menunggu kekasihnya. Namun, begitu dia mendengar suara pengawal Yusuf mengumumkan kedatangannya, Zulaikha langsung jatuh pingsan. Kemudian setelah siuman, dia kembali kegubuk bambunya, yang ikut menyanyikan lagu- lagu sedih. Suatu malam, Zulaikha yang buta bersujud di hadapan berhala yang sudah disembahnya selama bertahun- tahun dan berdoa, “Wahai engkau yang kusembah dengan penuh pengabdian selama hayatku, engkau yang mengetahui kehinaanku, jika aku tidak bisa bersama Yusuf, tidak bisa kah engkau memulihkan penglihatanku agar aku dapat sekurang-kurangnya melihat Yusuf sekali lagi saja?”. Demikian dia berdoa terus menerus sehingga fajar menyingsing di ufuk timur. Pada pagi harinya, ketika terdengar suara kuda, dia pergi keluar. Ketika Yusuf semakin dekat, dia menjerit dari relung jiwanya. Akan tetapi, suaranya tenggelam oleh suara ringkikan kuda dan teriakan orang banyak. Tak seorangpun juga memperhatikannya sebentar saja. Dengan hati hancur dia kembali pulang. Zulaika mengambil batu dan menghancurkan berhalanya sambil berseru, “Engkau tak lain hanyalah batu belaka. Kini, aku akan membebaskan diriku dari belenggu kekuasaanmu untuk selama-lamanya. dengan bantuan batu lain, aku akan menghancurkan permata

Syair Berhati


Kutulis dalam sebuah syair tentang apa yang berdebar dimana di dalamnya kusimpan cinta yang kuberi hati... Tapi kelak kuingin lihat di matamu pelangi yang kenal warna bahagia dan tersenyum... Dihadapan doa, tuhan selalu tahu siapa isi hati sebenarnya Namamu selalu ada dibagian paling atas... Mungkin bibir tak layak mengucap tentang cinta dan perasaan dalam masa depan ketidakpastian... Namun Sayang, cuma satu yakin menopang dalam tangguhku adalah cinta... Jika kamu bukan cinta dalam takdirku berarti kamu adalah cinta sejati dalam hidupku

Embun Pagi Ramadhan


Pintu harapan tidak hanya untuk orang yang berbuat baik. Pintu ijabah terbuka bagi siapa saja yang berdoa kepada-Nya. Sebanyak apapun dosa hamba, rahmat Allah lebih luas.