Sabtu, 18 April 2015

Bidadari Tak Bersayap

Kelembutan hatinya membuat terpana
keindahan rembulan sama seperti keindahan wajahnya
Sungguh kuat ia menghadapi semua ini

Keadaan begitu nyata
Merasakan penderitaan sendiri
Mengukir penderitaan di atas mimpi

Walau dia bidadari tak bersayap
Namun kelembutan hatinya membuatku merasa diatas awan

Rabu, 15 April 2015

Saat Cinta Mengunggah Rasa

Saat cinta mengunggah rasa
Asmarapun membara dalam jiwa

Kau hadir berikan warna dalam jiwa
Bagai penyejuk di keringnya hati
Kukejar coba tuk raih hatimu

Tapi...
Salahku tak sengaja sakiti hatimu
Maaf kan keegoisan dan semua salahku

Kini hanya duka yang tersisa
Aku harap dengan ini kita mampu belajar tuk perbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi

Selasa, 14 April 2015

Menatap Langit

Terkadang aku malu sendiri
Ya, malu pada diriku sendiri

Aku orang yang gagal
Aku ini orang yang tertinggal

Serasa berat ku angkat kaki
Untuk beranjak dan berlari

Dapatkah...
Aku meraih sesuatu yang masih tergantung diatas sana
Sedangkan aku masih membatu dibawah kolong langit ini

Minggu, 12 April 2015

Waktu Kian Berjalan

Mulai kutapaki jejak demi jejak hidupku
Dengan gayung kusambut tangisan perjuangan hidup
Kuungkapkan dibalik makna semuanya, kejelaskan apa adanya

Waktupun terus berjalan tanpa asa
Kuikuti maumu sang waktu
Kuikuti kemana kau menuntun langkah ini menapaki hari demi hari

Hari mulai pudar bagai kian usang
Esok akan ada ajakan datang dengan dirimu
Ajakan yang tak kunjung tiba aku tahu jalannya
Ajakan yang hanya membuat diri ini semakin dilema

Ku jatuhkan air mata ini
Air mata yang kebingungan arah dan jalan
Kiri ataupun kanan

Ku ingin berhenti mengikuti sang waktu
Tapi apa daya hatiku masih ingin dengan satu keyakinan
Keyakinan yang kutanam dalam jiwa ini
Dalam raga ini semua indah pada waktunya

Sabtu, 11 April 2015

Hidupku

Hidupku bagai kincir air yang selalu berputar setiap waktu
Terkadang aku diatas
Namun ada juga saatnya dibawah

Rintangan
Cobaan yang kuhadapi kadang membuatku kuat
Lemah bahkan menangis

Disaat aku lemah
Aku terjatuh kedalam galangan dunia
Aku terseret dalam prrjalanan hidupku
Yang tidak tentu juga arahnya

Aku terus berjalan
Mencoba mencari arah celah agar bisa keluar dari ujian ini
Agar dapat kembali ke jalan yang benar

Disaat aku kuat
Cobaan terus menghampiriku
Bertahan melawan segala cobaan itu untuk menghadapinya

Ya Allah sesungguhnya hidupku ada di dalam tangan-Mu
Hidupku atas kuasa-Mu
Hidupku adalah milikmu

Saat ini aku dalam ujian-Mu
Berikan aku kekuatan
Berikan aku ketaban agar kuat untuk menghadapinya

Jumat, 10 April 2015

Sebatas Kenangan

Ditengah kecamuk sepi angin sayup membelai kenangan Rindu turun kejurang ingatan membungkus tawa milikmu

Rabu, 08 April 2015

Temaram Diujung Derita

Hati ini pilu teriris sembilu jiwaku
Tenggelam dalam duka lara
Dada terasa berat menyesakkan raga
Air mata tak mampu lagi membasuh luka

Hanya derita yang tersepuh dihati ini
Kini namamu terpatri
Meneteskan darah menggerogoti jiwa ragaku yang masih bernyawa
Luka bathin terus menggali dalam sanubari

Rembulan ditelan awan meninggalkan gelap dibumi
Segenap asa sirna ditelan waktu yang berlalu
Cintamu telah pergi selamanya
Meninggalkanku sendiri untuk melalui sisa waktu tanpa belahan jiwa

Senin, 06 April 2015

Kasta Pembentang

Seperti pelangi aku hanya mampu memandangimu Walaupun begitu indah tapi aku tak harus mencintamu Karena kau tak mungkin ku miliki

Sabtu, 04 April 2015

Kejora Cintaku

Puaskah kau membuatku sedih.
Disini aku menangisimu.
Teringat ku saat kau memberikan kata indah itu.

Kejora...
Dimanakah kau kini berada.
Pipiku kini basah oleh tangisan.

Kejora...
Disini aku setia menunggumu.
Tapi sekarang sudah berbeda dengan hari hari yang lalu.
Kini kau tak lagi menemaniku.
Semoga kau tetap setia mengingatku.

Kejora...
Kini dihari hariku hanya ada bayangmu.
Kini disetiap doaku tak luput oleh namamu.
Kini disetiap malamku hanya cahaya kejora lah yang menemaniku.

Selamat tinggal kejora cintaku.

Jumat, 03 April 2015

Gerimis Senja

Dan dari balik gerimis, Rindu dan benci saling berpeluk. Mencari cari celah kehangatan. Aaah, cinta

Kamis, 02 April 2015

Sendiriku Dan Cinta Sebentarmu

Jangan kau pinta keikhlasan.Kulusan atau apapun yang kau sebut pengertian makna cinta.
Sebab hati telah tergadai padamu.

Jika ikhlas yang kau harap adalah perpisahan.
Jika tulus yang kau maksud adalah kepergian.
Jika makna cinta adalah keinginan saling menyakiti.
Aku menyesal telah sepenuh hati mencintaimu.

Jual saja hati serombeng cintamu!

Wahai cinta...
Aku marah pada sepercik ingin tersembunyi.
Aku kecewa akan aroma parfum dan tebal gincumu.
Aku mengira cinta tak bisa terbeli.
Aku menyangka sehidup semati.

Khianat merampas nurani.
Ooo... pendusta cinta.
Pergilah jangan kau bawa kenang atas semua cintaku.

Ooo... jahanam cinta.
Enyah dan bawalah semua sangka pada cinta rombengmu.
Biar sendiriku memahami cinta sebentarmu .
Ya, sendiri saja...

Malam Sunyi

Semoga saja bukan hanya malam ini. Berharap setiap saat pun selalu merindukanMu ya Robbi

Ada keraguan

Saat menjadi saksi siang. Mengalun resah tepian naluri. Bercerita tentang imajinasi dibalik elegi, seolah terik lupa diri.

KAU PENDUSTA

Saat ini terendap dalam dilirihnya pagi. Dan terbeku oleh kebisuanmu yang kian menghujamku.

Rabu, 01 April 2015

Engkaulah Yang Pantas Kusembah 02

Ya Allah, dengarlah melodi cintaku.
Aku ingin mencintaiMu setulusnya.
Sebenar benar aku cinta dalam doa ucapan juga setiap langkahku.
Aku ingin mendekatimu selamanya.
Sehina apapun aku, ku berharap untuk bertemu dengan-Mu Ya Robbi

Engkau Yang Pantas kusembah 01


Tak sebening air dilembah sungai nil. Sikapku tak sempurna ahli Syurga. Tutur kataku tak seindah lantunan ayat suci All Quran.

Sapaku Dalam Kesah


Ketawa aku riang. Aku tersenyum bukan berarti sedang bahagia. Cuma sedang menggembirakan hati sendiri. Karena Allah melihat luar senyum dalam duka

Syair Pagiku


Kusedu kopi sendiri. Berhayalkan engkaulah yang menyedukan. Selalu setia membangunkan dengan kecupan mesra disetiap pagiku.

Kuasa Ilahi


Sedini pagi melahirkan embun. Secerah sore menampilkan senja. Kuasamu begitu lebar. Aku hanyalah setitik