Senin, 02 Maret 2015

Relung Impian

Dibawah langit teduhkan jejak ku masih tak bertepi.
Beranda dipunggung tanah nan basah tunas diladang tanah nan subur.
Selalu ku menantikan kasih.
Akan menyemai butir kasih sayang dan cinta.

Hingga tumbuh kekar jadi penguat hidup.
Hadirlah terangi sisi kelamku nan hambar dalam lumur kehampaan.
Dengarkanlah bisikan lirih hatiku.
Menggema mengalunkan syahdu kan memintalkan putih abadi.
Dalam jalinan kesakralan cinta.
Hadirmu ku tunggu dengan kesabaran
Dalam impian terindahku, kuharap kelak ada kebersamaan.

@Lukisan_Malam

Tembok Berduri

Aku berdiri bersandar ditembok berduri.
Mencoba memahami setiap isi bait dan puisi.
Tapi tak bisa ku mengerti, hanya bisa melihat dan membacanya.
Aku memang jalang dan tak berharga diri, selalu mengusik tiada henti.

Meraih mimpi dengan sayatan api.
Mencoreng lidah dilembah ini.
Dan aku terlihat menjadi inti diri.
Menjadi rapi di hari yang sunyi.
Dan aku menjadi sepi di sepi di hari.
Karena apiku padam tertiup sunyinya malam.

@Lukisan_Malam