Senin, 03 Agustus 2015

DIANTARA RINTIK MALAM


Gundah yang membuncah di tepi hati, hanyut dalam ambigu, termenung menatap mendung yang bergelayut di kaki langit, sembari menyambut rintik hujan yang jatuh satu-satu. Rintik yang menitik mencipta syahdu di genang kalbu, ingin rasanya ku hamburkan ribuan aksara, untuk mencurahkan segala rasa. Perjalanan pena dan jemari yang tiada henti. diantara racauan aksara yang tak lagi ada makna. terukir kata dalam sisa asa. terlukis satu puisi, dengan kata kata usang, sekedar memanja pena. Malam merambat bintang meringis berpendar pasi rembulan duduk menangis di sisi sepi sedang langit menggelung kelabu.

Tidak ada komentar: