Selasa, 04 Agustus 2015

MENGENANG YANG TELAH PERGI


Segelintir resah, uraikan kata tak ku berdaya. Menepis kesah , dalam keluh ku berkelut malam . Rintik hujan , menyemaikan taman hati. Namun gugur tertepa bisik angin .. Mahkota seputik demi helai menyelubungi jiwa . Harumkan serasa mati, ku hirup rindu sahaja. Rumpun basah bersaksi, nada jejak kaki ini . Mengejar lentera cahaya menyisa sebekas cinta . .. Anggun menghilang. Di tengah nya malam . Bersama suara ke hilang mu . Dari terdalam yang tak merela pergi mu . Segenap jiwa hati kecil ini . Istana megah , indah terbangun yang silam bersama mu . Runtuh menjadi kenagan yang mengekal kan . Lalu kemana kan ku bawa serpihan ini. Pada akhirnya aku ter lelah menangisi kepergian mu . Dan tertidur dalam pangkuan bulan . Bintang sesaat pun datang . Memeberikan pelukan. Pada jiwa2 ini gelap yang redup pergi separuh bersama mu. Begitu indah nya . Aku yang berharap lalu mati dalam davinsi . Tentang sejarah cinta . Terkira abadi lalu tersangka menyakiti. Namun rasa cinta terus ada . Yang tersembunyi dalam senyum dusta. Senyum yang menghibur hati. Namun jiwa hampa terkulai, sepotong cerita. Hingga Tinta ini pudar, hingga kelopak mata indah mata ini tak lagi mampu melihat mu. Di garis kematian, dalam kehidupan setelah kematian. Aku menanti memeluk mu

Tidak ada komentar: