Telah terangkai benang benang waktu yang kita rajut bersama.
Seiring derap sang surya dan matahari yang bersembunyi.
Menghantarkan sang rembulan untuk kita nikmati bersama.
Cinta adalah satu rumus yang paling sulit ku mengerti.
Structure-nya terlampau komplex untuk bisa kujabarkan.
Bahkan lebih sulit dari pada saat aku mencerna dalil dalil pitagoras atau rumus rumus sang avogadro.
Pernah ada tanya mengapa cinta itu makin berakar.
Dan kamu bilang ada chemistry diantara kita.
Benarkah? apakah chemistry itu akan bisa bertahan selamanya.
Sedangkan kenyataan hidup dan tanya dunia harus kita jawab?
Aku hanyalah satu hati yang menanti kepak sang waktu.
Mengurai sampai kapan kita bisa merumuskan arti sebuah kebersamaan.
Tanpa batas waktu yang memaksa jawabanmu bukanlah akhir dari cintaku.
Semuanya akan tetap tertanam bisu dalam sanubari yang mungkin akan beku.
Malam ajarkan aku arti menunggu.
Karena sejujurnya sang subuh akan tetap mengggeliat dan siang insya Allah akan kembali hadir.
Mentari waktumu untuk menghapus kerinduan yang semakin menjadi bukit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar