Sampai Kapan.?
Tak ada cara tuk bilang cinta, bila
jatuh untukku kau tak rela.
Tak ada lagi ceritaku untukmu, bila
semalu itu kau jadi perempuan.
Sebenarnya apa maumu, apa yang
ingin kau dapatkan dari
mencintaiku namun hanya diam?
Tahukah kau bahwa mencintai tak
berarti memperbudak perasaan, ya
Tuan Puteri?
Maafkan perkataanku, Ampuni aku
yang bertanya - tanya.
Aku manusia yang bisa marah,
Namun kuakui masih, membencimu aku tak kuasa.
Semarah - marahnya
aku, bahagiakanmu masih inginku.
Di banyak malam aku masih
berdoa, supaya aku tidak habis
akal untuk tetap kau bisa
menemukan bahagia ada'Ku atau
tanpa'Ku.
Kusadari aku lelaki ya tak harus
egois memaksakan perasaan.
Barangkali sedang berat aku
melewatkan hidup.
Kuakui, kubutuh kau.
Kubutuh
menggenggam tanganmu untuk
melindungi, dan kubutuh
hadirmu.
Cinta itu kuatku berharga diri.
Jangan sekali-kali kau
Mengajak'ku bertamu sebelum
aku menepati janji, meski senyum
tipismu kukenal manis adanya.
Seharusnya kau tidak mengukur -
ukur, hatimu yang kuinginkan itu
terlalu indah untuk kau jadikan
alat menimbang kekurangan.
Kau di sana entah berbuat apa.
Sementara ke sini,
kutahu kau sama sekali tak
mampu. Sampai kapan kita beradu
keras seperti ini?
Sampai kapan?
Sampai kapan kita mengulur-ulur
waktu untuk tidak dengan
sesederhananya menjadi satu, dan
bahagia?
Sampai kapan?
Oh sampai kapan, sayangku?
Sampai kapan kau menungguku
jatuh dari langit,
Sementara kau tahu di mana kau
bisa menjumpaiku?
Sampai kapan kita merasa tidak
benar-benar berpisah?
Sampai kapan kita berhenti
melukai?
Sampai kapan kau bilang kau
mencintaiku,
namun tak pernah siap - siapnya
kucintai?
Sampai kapan duniamu cobai
kita?
Sampai kapan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar