Selasa, 21 Juli 2015

BERKISAR SANG WAKTU


Layaknya bunga yg gugur karna layu,itulah cerita yg tlah berlalu Tesentak tidurku teringat setahun yg lalu ketika suasana sepi senyap, ketika air mata tak ternilai harganya ketika isak tangis yg berdekup ketika semua harus ku lepas dalm hitungan detik untuk memejamkan mata meredakan duka luka jera Daun kering semak belukar,kicauan merdu dengan hempasan angin sepoy menerpa hingga relung relung hati ini Ikhlas itu lah kata yg seharusnya aku genggam sampai saat ini walau tanpa kepalan tangan berhenti meratap berhenti menguras air mata berhenti menghela berhenti untuk membenci dan berhenti untuk mencintainya Terindah yg pernah ada,pertama yg pernah hadir Bisikan roman mengelitik telinga pandangan mata fokus satu arah dan berfikir tanpa logika Memang mungkin saat itu bukan saatnya aku bahagia terkadang rasa iri pun hadir ketika sepi menyapa dan tak terasa berlinang air mata yg enggan meneteskan butiran kesedihan Dan saat itu pula kembali aku bercermin siapa aku sebenarnya.......... Jalan hidup jika di rancang memang terlihat begitu indah menikmati hangatnya sang fajar di pagi hari di iringi embun yg dingin menyejukan jiwa sayup mata melihat sorotan bersahabat sang mentari Oh tuhan trima kasih atas semua yang Kau beri semua yg terbaik untukku dan orang orang di sekelilingku yang amat teramat aku sayangi lapangkan lah hati ini saat kau beri ujian ikhlaskanlah semua yg tlah pergi bantu aku untuk melupakan semuanya tanpa serpihan kenangan sedikitpun tanpa penyesalan yg berujung asa tanpa ego yg slalu meraja Puisi Tanpa

Tidak ada komentar: