Layaknya bunga yg gugur karna
layu,itulah cerita yg tlah berlalu
Tesentak tidurku teringat setahun yg
lalu ketika suasana sepi senyap,
ketika air mata tak ternilai harganya
ketika isak tangis yg berdekup
ketika semua harus ku lepas dalm
hitungan detik
untuk memejamkan mata meredakan
duka luka jera
Daun kering semak belukar,kicauan
merdu dengan hempasan angin sepoy
menerpa hingga relung relung hati ini
Ikhlas
itu lah kata yg seharusnya aku
genggam sampai saat ini walau tanpa
kepalan tangan
berhenti meratap
berhenti menguras air mata
berhenti menghela
berhenti untuk membenci
dan berhenti untuk mencintainya
Terindah yg pernah ada,pertama yg
pernah hadir
Bisikan roman mengelitik telinga
pandangan mata fokus satu arah
dan berfikir tanpa logika
Memang mungkin saat itu bukan
saatnya aku bahagia
terkadang rasa iri pun hadir ketika
sepi menyapa
dan tak terasa berlinang air mata yg
enggan meneteskan butiran kesedihan
Dan saat itu pula kembali aku
bercermin siapa aku
sebenarnya..........
Jalan hidup jika di rancang memang
terlihat begitu indah
menikmati hangatnya sang fajar di
pagi hari
di iringi embun yg dingin menyejukan
jiwa
sayup mata melihat sorotan
bersahabat sang mentari
Oh tuhan trima kasih atas semua yang
Kau beri
semua yg terbaik untukku dan orang
orang di sekelilingku yang amat
teramat aku sayangi
lapangkan lah hati ini saat kau beri
ujian
ikhlaskanlah semua yg tlah pergi
bantu aku untuk melupakan semuanya
tanpa
serpihan kenangan sedikitpun
tanpa
penyesalan yg berujung asa
tanpa
ego yg slalu meraja
Puisi Tanpa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar